skip to content »

saltcavesol.ru

Kisah seks berahi anakku fatin

kisah seks berahi anakku fatin-82

Yah, aku paling tak tahan kalau kemaluanku di oral seks.Tommy tersenyum sebentar ke arahku, sebelum mulutnya mencium permukaan lubang tempat di mana dia dulu pernah keluar.

kisah seks berahi anakku fatin-38kisah seks berahi anakku fatin-16kisah seks berahi anakku fatin-8

Aku tahu apa yang akan Tommy lakukan dan ini ialah bagian di mana aku sering klimak.Dan bukan salahku pula kemususan aku mencheri pelampiasan pada pria-pria muda di luar, untuk memenuhi hasrat seks-ku yang kian menggebu di usia kepala 3 ini.Namun sepandai-pandainya aku berselingkuh akhirnya ketahuan juga.Suamiku marah bukan kepalang memergoki aku berpelukan dengan seorang pria muda sambil telanjang bulat di sebuah motel. Aku dilarang olehnya beraktivitas di luar rumah tanpa pengawalan. Tak sedikitpun aku lepas dheri pengawasan mereka bertiga. Tommy anak sulungku yang baru masuk kusarih dapat gantian mengawasi di pagi hheri karena dia masuk siang. Hasratku sering tak terlampiaskan, akibatnya aku sering uring-uringan. Dua minggu berlalu aku masih bisa membatalkan diri. Bahkan frekuensi ngocokku terus bertambah, sampai pernah sehheri 10 kali kulakukan.Siangnya gantian Bagus yang duduk di kelas dua SMA, untuk mengawasiku. Tapi tetap saja tak pernah mencapai kepuasan yang total. Seperti pada pagi hheri Senin, detik bangun pagi jam 8 rumah telah sepi.Dan Tommy tampak tenang-tenang saja melihat kelakuanku.

Aku jadi salah tingkah, tapi merasakan saring memek yang makin basah saja, aku turun dheri tempat tidur dan berjalan ke arah Tommy.

Dan detik mukaku menghadap ke pintu aku terkejut melihat Tommy, anak sulungku, sgilag melihatku berngocok.

Tapi anehnya aku tidak terlihat marah sama sekali, tangan kanan masih terus memainkan kemaluanku, dan aku malah mendesah keras sambil mengeluarkan lidahku.

Tommy tersenyum, “Mama tahu, sejak Tommy berumur 17 Tommy telah sering berimajinasi bagaimana nikmatnya kalo Tommy bercinta dengan Mama…”Aku terpteriakah mendengar omongannya.“Dan sering kalo Mama tidur, Tommy telanjangin bagian bawah Mama serta menjilatin kemaluan Mama.”Aku tak percaya mendengar perkataan anak sulungku ini.“Dan kini dengan bahagia hati Tommy akan entot Mama sampai Mama puas! Tommy langsung memegang daguku dan mencium bibirku dan melumatnya dengan penuh birahi. Sementara kedua tangannya bergerilya ke mana-mana, tangan kiri meremas-remas toketku dengan lembut sedangkan tangan kanannya mengelus permukaan kemaluanku.

Aku langsung pasrah diperlakukan anakku sedemikian rupa, cuma sanggup mendesah dan menjerit kecil.

Aku yang kelelahan langsung menuju tempat tidur dan tidur telentang. Anakku itu kini melepaskan bajunya sendiri dan siap untuk menyetubuhi mamanya dengan kontolnya yang telah tegang.